vfRLx8H2uqdqBCqTEItJFZCD3xp6D4LE2kPIUYxS

Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan, Bupati Pringsewu Paparkan Capaian IPM, Kemiskinan, hingga Infrastruktur


Pringsewu — Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu menggelar refleksi satu tahun kepemimpinan di Graha Pamungkas, Jumat (20/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri awak media dan menjadi ajang pemaparan capaian pembangunan selama periode 2021–2025.

Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, menyampaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerahnya menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir. IPM tercatat naik dari 72,14 pada 2021 menjadi 74,76 pada 2025. Peningkatan tersebut didorong perbaikan pada dimensi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Di sektor penanggulangan kemiskinan, angka kemiskinan Pringsewu pada 2025 tercatat 7,60 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional 8,25 persen dan Provinsi Lampung 9,66 persen. Selain itu, angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga 0,56 persen, melampaui target nasional yang berada di bawah satu persen.

Pada aspek pertumbuhan ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi Pringsewu tahun 2024 mencapai 4,58 persen, berada di atas rata-rata Provinsi Lampung. Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) lapangan usaha masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 22,67 persen, disusul perdagangan 16,90 persen, serta industri pengolahan 14,24 persen. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi komponen terbesar dengan kontribusi 84,57 persen.

Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah menangani 41,23 kilometer jalan yang tersebar di 84 ruas melalui pendanaan DAU, DBH, IJD, dan APBN. Pembangunan juga mencakup normalisasi Sungai Way Bulok sepanjang 6 kilometer di Sidoharjo, pembangunan 10 titik sumur bor berkedalaman lebih dari 100 meter, serta jaringan irigasi air tanah.

Selain itu, Pringsewu meraih predikat Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI dengan nilai 84,09 dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025. Pemerintah daerah juga berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam program peningkatan kompetensi dan penempatan kerja internasional bagi 59 peserta magang.

Dalam bidang kesehatan, Pringsewu masuk 50 kabupaten berkinerja baik dari 197 kabupaten/kota dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2025. 

"Untuk melakukan percepatan pembangunan ditengah keterbatasan fiskal pemerintah Kabupaten Pringsewu memiliki beberapa opsi antara lain kita berusaha menarik IJD ke Kabupaten Pringsewu, opsi kedua pembangunan melalui hibah Bank Dunia dan yang ketiga melalui hutang dengan persetujuan legislatif dan mempertimbangkan postur anggaran yang ada," ucapnya. (*)
Related Posts
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar