vfRLx8H2uqdqBCqTEItJFZCD3xp6D4LE2kPIUYxS

Sejarah Adipati Jaya Menang Kelagaan Pendiri Kampung Tanjung Jati Marga Pertiwi.

JS, Lampung - Adipati Jaya Menang Kelagaan, seorang bangsawan dari Ketakhdana Gedung Asin Marga Liwa, diyakini berhasil membuka dan mendirikan kampung Tanjung Jati Marga Pertiwi pada abad ke-15 Masehi. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sejarah yang sangat kaya dan penuh dengan teladan para tokoh yang punya semangat dan dedikasi dalam membangun daerah mereka.

Pendirian Kampung Tanjung Jati Marga Pertiwi oleh Adipati Jaya Menang Kelagaan memberi banyak manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Kampung tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan tempat tinggal dan tempat berkebun pala, kandis, durian, tangkil, dan nipah.

Kampung Tanjung Jati Marga Pertiwi memiliki sejarah yang sangat panjang. Kampung ini menjadi tempat penting dalam kurun waktu beberapa ratus tahun, kampung ini bertumbuh dan berkembang menjadi salah satu kampung dengan penghasilan yang baik. Bahkan, saat ini kampung Tanjung Jati Marga Pertiwi menjadi salah satu kampung yang menarik banyak investor karena letaknya berada di bibir pantai pesisir Lampung.

Pembukaan Kampung Tanjung Jati Marga Pertiwi oleh Adipati Jaya Menang Kelagaan pada abad ke-15 Masehi menunjukkan bahwa dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, seseorang mampu memajukan wilayahnya dan memberi dampak besar bagi masyarakat sekitarnya. 

Semula Adipati Jaya Menang Kelagaan ke Pertiwi membuat sebuah kampung yang bernama Suwak yang sekarang menjadi umbulan Batin Pemuka. Lima tahun kemudian beliau pindah dan membuat kampung lagi yang bernama Pekon Tengah yang sekarang menjadi kebun kelapa kepunyaan Pangeran Raja Marga. Lima tahun berdiam di Pekon Tengah beliau pindah ke Kampung Tanjung Jati.

Nama Kampung Tanjung Jati Marga Pertiwi mengambil nama sebuah dusun Tanjung Jati yang berada di seputaran danau Ranau Banding Agung karena sebelumnya beliau berdiam di Tanjung Jati Ranau.

Pada saat Adipati Jaya Menang Kelagaan berkuasa di Tanjung Jati Marga Pertiwi yang sekarang dari Kampung Gedung ke arah barat menuju Gunung Balak sampai dengan perbatasan Marga Putih kampung Kacamarga, Pampangan menjurus ke Pelandiyan Tegokh, ke sebelah timur menuju Pematang Senang kampung Umbar mengikut pesisir pantai bertemu pelabuhan Pelandiyan Tegokh.

Kemudian kurang lebih setahun Adipati Jaya Menang Kelagaan berkuasa terbentuklah dua kampung kecil bernama, Sukapadang yang dipimpin oleh Muncabaw Ok sementara itu satu kampung lainnya yaitu Kampung Gedung yang dipimpin oleh Raja Ikut dan oleh keduanya Adipati Jaya Menang Kelagaan diakui menjadi pemimpin Marga atau Penyimbang Bandar Marga Pertiwi.

Pembagian resort pada saat itu adalah Sukapadang meliputi dari Sungai Sukapadang menuju perbatasan Kacamarga/Pampangan yang disebut Bolokhan Satarikan menuju lurus ke muara Way Pelandiyan Tegokh. Kampung Gedung dari Pematang Pancakh Kidang menuju Batu Lawang, Tanjung Senang menuju Umbar Liyoh sementara Tanjung Jati berkuasa dari Kampung Sukapadang dan Kejadian Lom menuju Pematang Kayu Kunyikh terus ke pantai Batu Nyangka kemudian mengikuti pesisir pantai menuju Pelandiyan Tegokh.

Kepemimpinan di Marga Pertiwi seiring waktu mulai berganti setelah Adipati Jaya Menang Kelagaan kepimpinan beralih ke putra beliau Kademang Mangku Bumi setelahnya diturunkan ke anaknya Kariya Mangku Bumi. Pada saat Kariya Mangku Bumi memimpin adiknya yang bernama Kariya Kanca Dipa membuat umbulan yang bernama Tanjung Raja.

Kepemimpinan terus berganti setelah Kademang Mangku Bumi kemudian tampuk kekuasaan diserahkan ke anaknya Temenggung Mangku Bumi dan pada tahun 1171 kepemimpinan diambil oleh Pangeran Surya Dilaga. 

Sejak pertama berdiri kampung Tanjung Jati yang dipimpin oleh Adipati Jaya Menang Kelagaan sampai dengan Haji Mohammad Ali gelar Batin Pangeran, siapa saja yang menjadi penyimbang Sai Batin secara otomatis menjadi kepala kampung.

Pada tahun 1927 muncullah umbulan Pelandiyan Tegokh yang dipimpin oleh Mohammad Yusuf warga Serang Banten dengan membawa rombongan sepuluh kepala keluarga yang sengaja didatangkan oleh Ahmad Kosim gelar Dalom Jaya Kusuma Wangsa untuk mendiaminya. (*)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment