Jurnalsewu - Suasana kebersamaan dan spiritualitas begitu kental terasa di Masjid Al Muttaqin, Komplek Pemerintahan Daerah Kabupaten Pesawaran. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Muttaqin sukses menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang penuh makna, sekaligus menjadi momentum penting untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah refleksi mendalam dan ajakan untuk meningkatkan kualitas diri dalam beribadah serta memperkuat tali silaturahmi di tengah masyarakat Pesawaran.
Dengan mengusung tema "Dengan Hikmah Isra Mi’raj Kita Tingkatkan Kualitas Ibadah dengan Kemakmuran Masjid Al Muttaqin", kegiatan spiritual ini menghadirkan Ustadz Mun’im, seorang penceramah terkemuka dari Pardasuka, Kabupaten Pringsewu. Dalam tausiyahnya yang menyentuh hati, Ustadz Mun'im menguraikan secara gamblang perjalanan agung Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, sebuah mukjizat yang menjadi landasan perintah salat lima waktu. Lebih dari sekadar narasi sejarah, beliau menekankan pentingnya meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan kualitas ibadah pribadi, serta menumbuhkan kepedulian sosial yang tinggi di kalangan umat Islam. Pesan-pesan beliau mengajak jamaah untuk merenungkan makna terdalam dari perjalanan spiritual Nabi, yang seyogianya terefleksi dalam tindakan nyata untuk kebaikan bersama.
Momen kebahagiaan dan kepedulian sosial semakin terasa hangat dengan adanya agenda santunan anak yatim piatu. Kegiatan berbagi ini menjadi wujud nyata dari semangat kebersamaan dan empati yang diwariskan dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Puluhan anak yatim piatu menerima santunan, membawa senyum dan harapan di wajah mereka, sekaligus mengingatkan seluruh hadirin akan pentingnya saling tolong-menolong dan memperhatikan sesama, khususnya mereka yang membutuhkan, sebagai bagian integral dari ajaran Islam.
Perayaan Isra Mi'raj ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Pemerintah Kabupaten Pesawaran, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan moral masyarakat. Tampak hadir Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H., Sekretaris Daerah Wildan, S.E., M.M., Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran Cindy Aria Anton, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Mei Nuryati, para Asisten, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah terkait, serta seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Pesawaran. Kehadiran mereka menegaskan bahwa spiritualitas adalah bagian integral dari pembangunan daerah dan pembentukan karakter aparatur sipil negara yang berintegritas.
Dalam sambutannya yang inspiratif, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira menyambut baik inisiatif DKM Al Muttaqin dan mengajak seluruh elemen pemerintahan serta masyarakat untuk menjadikan momentum Isra Mi'raj sebagai ajang introspeksi diri dan peningkatkan keimanan. Beliau menegaskan bahwa Masjid Al Muttaqin, yang berdiri megah di lingkungan Pemkab Pesawaran, harus berfungsi sebagai pusat pembinaan spiritual dan pembentuk karakter aparatur yang berintegritas. "Dengan adanya masjid ini, semoga kita semua dapat lebih disiplin dan tepat waktu dalam melaksanakan ibadah, khususnya salat berjamaah. Mari bersama-sama kita makmurkan masjid ini," ajak Bupati Nanda Indira dengan penuh semangat. Ia juga menambahkan seruan untuk berpartisipasi aktif dalam memakmurkan masjid, baik melalui kehadiran dalam setiap kegiatan keagamaan maupun dengan dukungan materiil. "Jika ada rezeki lebih, mari kita sisihkan untuk memakmurkan masjid kita bersama," tambahnya, menekankan pentingnya sedekah jariyah sebagai investasi akhirat.
Menjelang tibanya bulan suci Ramadan 1447 H yang penuh berkah, Bupati Nanda Indira turut mengingatkan seluruh hadirin akan urgensi mempersiapkan diri dengan ketulusan hati dan kebersihan jiwa. Beliau berharap Ramadan kali ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga momentum emas untuk meningkatkan kualitas ibadah, mempererat kebersamaan antarwarga, serta menguatkan kepedulian sosial di seluruh pelosok Kabupaten Pesawaran. Pesan ini menggarisbawahi harapan besar pemerintah daerah agar spiritualitas dan nilai-nilai keagamaan dapat menjadi pondasi kuat bagi kemajuan, kerukunan, dan kesejahteraan masyarakat Pesawaran yang lebih baik.
(Fahmi Seproza)


