Pringsewu - Aparat gabungan dari Polres Pringsewu melakukan pengamanan ketat terhadap aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Kabupaten Pringsewu, Jumat (22/5/2026). Pengamanan dilakukan untuk memastikan aksi penyampaian pendapat berlangsung aman dan tertib.
Ratusan mahasiswa memulai aksi dari kampus UMPRI dengan menggunakan sepeda motor dan satu unit mobil komando. Aparat kepolisian terlihat melakukan pengawalan sejak titik keberangkatan hingga massa tiba di lokasi aksi di depan Kantor Bupati Pringsewu.
Selain melakukan pengawalan, personel gabungan yang terdiri dari Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan juga disiagakan di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas dan mengantisipasi gangguan keamanan selama aksi berlangsung.
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait evaluasi hasil kunjungan daerah, persoalan banjir di Pringsewu, tata kelola ruang, keterbukaan informasi program dan anggaran pemerintah daerah, hingga isu kepemilikan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh anggota DPRD.
Saat unras berlangsung sempat terjadi aksi saling dorong dimana peserta aksi mencoba masuk ke area Kantor Bupati Pringsewu. Namun, aparat yang berjaga berhasil menghalau massa sehingga kondisi tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi kericuhan.
Usai melakukan orasi di depan Kantor Bupati, massa kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Pringsewu untuk melanjutkan aksi. Setelah menyampaikan aspirasi, peserta aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
Kabag Ops Polres Pringsewu AKp Minan mengatakan pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis guna memastikan kegiatan berjalan aman tanpa menghambat hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
“Kami melaksanakan pengamanan mulai dari titik kumpul, pengawalan perjalanan, hingga pengamanan di lokasi aksi. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif,” ujarnya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus saputra.
Ia juga mengapresiasi peserta aksi yang dinilai tetap menjaga ketertiban selama penyampaian aspirasi berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib. Meskipun sempat terjadi dinamika di lapangan, situasi tetap dapat dikendalikan dan tidak terjadi tindakan anarkis,” katanya.(*)
Terbaru
Lebih lama

