vfRLx8H2uqdqBCqTEItJFZCD3xp6D4LE2kPIUYxS

Polisi Pringsewu Tegur Pengendara Tanpa Tilang, Helm Gratis Dibagikan di Simpang Tugu Gajah


PRINGSEWU – Pengendara yang melintas di Simpang Tugu Gajah, Pekon Bulukarto, Kecamatan Gadingrejo, Senin (9/2/2026), sempat dibuat waswas. Kehadiran sejumlah petugas di Jalan Lintas Barat Sumatera itu semula dikira razia tilang. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: polisi memberikan teguran humanis sekaligus membagikan helm gratis kepada pengendara yang tertib.

Kegiatan tersebut merupakan kampanye keselamatan jalan yang digelar Satuan Lalu Lintas Polres Pringsewu bersama Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan UPT Bapenda. Operasi yang dipimpin Kasat Lantas Polres Pringsewu Iptu I Kadek Gunawan, SH itu berlangsung sekitar dua jam.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kendaraan secara selektif. Pengendara yang kedapatan melanggar tidak langsung ditilang, melainkan diberi teguran lisan maupun tertulis disertai edukasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Sementara pengendara yang patuh justru mendapat apresiasi berupa helm gratis.

Salah satu pengendara, Kimung (53), sopir truk asal Pringsewu, mengaku sempat khawatir saat diberhentikan petugas karena tidak mengenakan sabuk keselamatan.
“Saya kira mau langsung ditilang, apalagi tadi tidak pakai sabuk pengaman. Sudah pasrah,” ujarnya.

Namun, kekhawatiran itu sirna setelah petugas hanya memberikan teguran dan imbauan. Ia pun mengapresiasi pendekatan yang dinilai lebih mengedepankan edukasi.
“Menurut saya bagus ada operasi seperti ini. Jadi diingatkan lagi untuk patuh aturan. Kadang sopir merasa sudah biasa di jalan, jadi suka lupa,” katanya.

Kasat Lantas Iptu I Kadek Gunawan menjelaskan, kampanye tersebut merupakan bagian dari Operasi Keselamatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat serta menciptakan keamanan dan kenyamanan berlalu lintas.

Menurutnya, meski operasi memungkinkan penindakan, pendekatan persuasif sengaja diutamakan agar kesadaran masyarakat muncul dari pemahaman, bukan semata karena takut sanksi.
“Kami lebih mengedepankan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat tertib berlalu lintas demi terwujudnya kamseltibcarlantas di Kabupaten Pringsewu,” ujarnya.

Terkait pembagian helm, Kadek menyebut langkah itu sebagai bentuk nyata mengingatkan pentingnya perlindungan kepala saat berkendara. Helm merupakan perlengkapan keselamatan utama yang kerap dianggap sepele.

“Kami ingin masyarakat sadar bahwa keselamatan di jalan adalah kebutuhan. Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan,” tegasnya.

Pendekatan simpatik tersebut mendapat respons positif dari pengendara. Di tengah tingginya risiko kecelakaan lalu lintas, pesan yang disampaikan polisi Pringsewu sederhana: tertib di jalan bukan untuk aparat, melainkan demi keselamatan diri sendiri.(*)
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar