Kegiatan yang berlangsung secara hybrid, yakni luring dan daring, dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu. Sosialisasi diikuti oleh perwakilan sekolah dan madrasah dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman komunitas sekolah terkait pangan aman.
Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kemandirian sekolah dalam membudayakan keamanan pangan melalui penerapan Cek KLIK, yaitu Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluwarsa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Balai Besar POM Bandar Lampung Firdaus Umar yang mewakili Kepala Balai Besar POM Bandar Lampung, Kabid GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Pringsewu Ahmad Syafiudin, Kasi Pendidikan Islam M. Sakban, serta Ketua Kelompok Kerja Pengawas Madrasah H. Aceng Royani.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, H. Khuzil Afwa Kahuripan, dalam sambutannya menegaskan bahwa sekolah dan madrasah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga menjadi rumah kedua bagi peserta didik.
“Menjamin kesehatan anak melalui apa yang mereka konsumsi adalah bagian penting dari tanggung jawab kita bersama,” ujar Khuzil.
Ia menambahkan, tantangan kesehatan pada 2026 semakin kompleks. Menurutnya, upaya mencetak generasi Pringsewu yang cerdas dan berakhlak mulia tidak akan tercapai tanpa kondisi fisik yang sehat melalui konsumsi pangan yang aman.
Khuzil juga menekankan pentingnya menjadikan keamanan pangan sebagai budaya, bukan sekadar program sesaat. Ia mengajak seluruh elemen sekolah untuk berperan aktif, mulai dari pengelola kantin yang jujur dalam memilih bahan baku, guru yang terus mengedukasi siswa, hingga siswa yang mampu memilih jajanan bebas dari bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil.
Ia mengapresiasi sinergi antara Kemenag Pringsewu dan BPOM sebagai langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat.
“Sinergi ini adalah upaya kita bersama dalam mewujudkan Green and Healthy Madrasah dan Sekolah di Kabupaten Pringsewu,” katanya.
Lebih lanjut, Khuzil meminta kepala sekolah dan madrasah menjalin kerja sama dengan puskesmas maupun BPOM setempat guna memastikan pengawasan kualitas pangan dilakukan secara berkala.
Menurutnya, edukasi keamanan pangan juga perlu dimasukkan dalam kegiatan pembiasaan siswa, seperti sarapan bersama, media informasi sekolah, hingga pembentukan kader siswa peduli pangan.
“Pastikan kantin memiliki standar kesehatan yang baik. Mari jadikan 2026 sebagai tonggak seluruh sekolah dan madrasah di Pringsewu menjadi pelopor keamanan pangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BPOM Bandar Lampung, Firdaus Umar, menyampaikan apresiasi kepada Kemenag Pringsewu atas langkah strategis yang dilakukan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan siswa melalui pengawasan makanan di lingkungan sekolah.
“Kami mengapresiasi langkah Kemenag Pringsewu yang menggandeng BPOM sebagai langkah strategis dan sejalan dengan visi BPOM. Kami berharap program ini dapat diterapkan secara masif di semua tingkatan pendidikan di Kabupaten Pringsewu, sehingga keamanan makanan yang dikonsumsi siswa benar-benar terjamin,” ujar Firdaus.
Penulis: Reza Ferdiansyah

