vfRLx8H2uqdqBCqTEItJFZCD3xp6D4LE2kPIUYxS

Fenomena AKAMSI Tak Lolos SPMB Negeri, Harapan Anak Kampung Kandas di Tengah Sistem


Tajuk - Fenomena tidak diterimanya Anak Kampung Sini (AKAMSI) di sekolah negeri yang berdiri di lingkungan tempat mereka tinggal menjadi perhatian masyarakat dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Di sejumlah wilayah, anak-anak yang selama ini tumbuh dan bersekolah di sekitar lingkungan sekolah justru harus menerima kenyataan pahit gagal lolos seleksi.

Bagi sebagian warga, kondisi tersebut menghadirkan ironi tersendiri. Sekolah negeri yang selama ini dianggap sebagai bagian dari kehidupan masyarakat setempat ternyata belum tentu dapat diakses oleh anak-anak yang tinggal paling dekat dengan keberadaannya.

Keluhan muncul dari berbagai jalur penerimaan. Pada jalur domisili reguler, sejumlah orang tua mengaku kebingungan dengan hasil seleksi yang dinilai tidak sesuai dengan harapan. Beberapa calon peserta didik yang tinggal relatif dekat dengan sekolah diketahui tidak berhasil diterima, sementara peserta dari lokasi yang dianggap lebih jauh justru lolos seleksi.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai mekanisme penilaian dan pemeringkatan yang diterapkan dalam sistem penerimaan.

Kebingungan juga dirasakan pada jalur afirmasi. Masyarakat menilai terdapat perbedaan pendekatan antara jalur domisili dan afirmasi, terutama terkait penggunaan indikator jarak antara rumah dan sekolah. Kondisi ini membuat sebagian orang tua kesulitan memahami dasar penentuan kelulusan pada masing-masing jalur.

Di sisi lain, jalur prestasi juga tidak luput dari sorotan. Sejumlah calon peserta didik mengaku tidak dapat memanfaatkan prestasi yang dimiliki karena terbentur ketentuan administrasi. Salah satu keluhan datang dari siswa yang memiliki piagam prestasi sepak bola tingkat kabupaten, namun tidak memenuhi persyaratan karena kategori yang diakui berada pada tingkat provinsi atau lebih tinggi.

Bagi keluarga yang telah mempersiapkan berbagai dokumen dan berharap prestasi anak menjadi jalan masuk ke sekolah negeri, kondisi tersebut menimbulkan rasa kecewa. Mereka menilai prestasi di tingkat kabupaten juga merupakan hasil kerja keras yang seharusnya mendapat apresiasi dalam proses seleksi.

Fenomena AKAMSI yang tidak diterima di sekolah negeri ini pada akhirnya menjadi persoalan sosial yang lebih luas daripada sekadar proses administrasi penerimaan siswa baru. Di tengah upaya pemerintah mewujudkan sistem yang objektif dan transparan, muncul harapan agar mekanisme seleksi dapat lebih mudah dipahami masyarakat serta tetap memberikan rasa keadilan bagi anak-anak yang tumbuh dan bersekolah di lingkungan sekitar sekolah yang mereka impikan.

SPMB sejatinya dirancang untuk memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon peserta didik. Namun, ketika anak-anak yang tinggal di sekitar sekolah justru gagal memperoleh kursi, perdebatan mengenai efektivitas dan keadilan sistem kembali mengemuka di tengah masyarakat.(*)
Related Posts
Terbaru Lebih lama
Nurul Hilal
Bang Hilal bernama lengkap Nurul Hilal, C.B.J., C.EJ.,C.Par adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31178-LSPR/Wda/DP/XI/2025/08/11/73

Related Posts

Posting Komentar