vfRLx8H2uqdqBCqTEItJFZCD3xp6D4LE2kPIUYxS

Pemkab Pringsewu Ngadakko Apel Peringatan Hari Desa Nasional


PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, ngadakko apel peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026. Apel diadakko di lapangan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Kamis (15/1/2026), Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas sai jadi pembina apel, khik Kepala Pekon Pandansari Selatan Puryanto sai jadi pemimpin apel.

Apel dikhatonge andahni Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu sai diwakilko jama Sudiyono, S.Kom., M.Pd., Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Ir. M. Andi Purwanto, S.T., M.T., Ketua TP PKK Kabupaten Pringsewu Ny. Rahayu Riyanto, Ketua DWP Ny. Nisma Andi, Koordinator Kabupaten Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Pringsewu, Muhammad Nasir, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, khek jajaran pemerintah daerah khik seunyini camat, jama moneh Kakon khik aparatur pekon, anggota BHP, TP PKK pekon se-Kabupaten Pringsewu.

Dilom amanat ni sai disampaiko makai Bahasa Lampung, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas nyampaiko bahwa penetapan Hari Desa setiap tanggal 15 Januari berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 2024 yak do nihan momentum penting guay neguhko luot hejongan ni desa, sai di Kabupaten Pringsewu disebut Pekon, sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Pekon lain gaoh hanya sebagai wilayah administratif, kidang juga sebagai ruang hidup masyarakat, pusat pelestarian budaya, khik penggerak perekonomian nasional dalam lingkup paling dasar di tingkat kabupaten. Peringatan Hari Desa Nasional nji dimaksudko kenyin sebagai pengingok arah kebijakan pembangunan nasional.

“Peringatan Hari Desa Nasional tahun hinji ngusung tema Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia – Bangun Desa untuk Indonesia Emas Tahun 2045. Tema ni ngecerminko komitmen khik pengharapan bahwa kemajuan Indonesia dacok diwujudko apabila desa-desa di seluruh nusantara tumbuh maju, mandiri, khik sejahtera. Ngebangun Indonesia sejatini yak do nihan ngebangun mulai anjak pekon atau desa sebagai garda terdepan,” ujarnya.

Terkait penggunaan Bahasa Lampung, Bupati Pringsewu nyampai bahwa hal ni merupakan upaya untuk memperkuat jati diri daerah sekalian mendukung pembangunan sai berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. Hal ni sejalan dengan Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 tentang Hari Kamis Beradat, sebagai langkah strategis dalam pelestarian bahasa daerah khik budaya Lampung sebagai bagian dari khazanah budaya nusantara.

“Melalui kebijakan nji, setiap hari Kamis seluruh jajaran pemerintah provinsi khik kabupaten/kota sampai lembaga pendidikan se-Provinsi Lampung diinstruksikan makai Bahasa Lampung dalam pelayanan publik, interaksi kerja, rapat, sambutan, khik proses belajar mengajar, sekalian ngenalko batik khas Lampung sebagai lambang kebanggaan khik identitas daerah,” cawani.

Di kesempatan nji, diserahko juga santunan kepada para ahli waris Kakon khik aparatur pekon, yak do nihan ahli waris Teguh Widodo (Ketua RT 09 Pekon Pandansurat, Kecamatan Sukoharjo), ahli waris Tamrin (Kakon Wates Timur, Kecamatan Gadingrejo), khik ahli waris Yogi Bektiansyah (Kaur Keuangan Pekon Panjerejo, Kecamatan Gadingrejo).

Selain hena, diserahko kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan khik Dana Bagi Hasil (DBH) sawit, sai diwakili oleh Sutrisno (Pekon Yogyakarta, Kecamatan Gadingrejo) khik Slamet.

Dilom acara nji juga diserahko piala khik hadiah Lomba Dasa Wisma tingkat Kabupaten Pringsewu, yak do nihan Pelaksana Terbetik I TP PKK Pekon Ambarawa Timur Kecamatan Ambarawa, Pelaksana Terbaik II TP PKK Pekon Sukorejo Kecamatan Pardasuka, Pelaksana Terbaik III TP PKK Pekon Sukoharjo I Kecamatan Sukoharjo, khik Pelaksana Terbaik IV TP PKK Pekon Ganjaran Kecamatan Pagelaran.


---
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar